
Setelah banyak spekulasi dan bocoran dalam beberapa bulan terakhir, Ubisoft akhirnya mengumumkan seri terbaru mereka: Assassin’s Creed Dynasty, yang mengambil latar waktu di Tiongkok Kuno pada era Dinasti Tang. Pengumuman ini disampaikan dalam event Ubisoft Forward 2025, lengkap dengan trailer sinematik memukau dan cuplikan gameplay awal.
Assassin’s Creed Dynasty akan dirilis pada April 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan PC, serta menjadi game pertama dalam seri yang secara eksklusif dibangun dengan Snowdrop Engine 2.0, menghadirkan grafis dan AI dunia terbuka yang lebih realistis dari sebelumnya.
Latar Cerita: Kekaisaran di Tengah Kegelapan
Game ini mengambil latar pada abad ke-8 Masehi, di masa kejayaan Dinasti Tang, sebuah periode yang penuh kemegahan budaya, konflik politik, dan ancaman tersembunyi dari dalam istana kekaisaran.
Pemain akan memerankan karakter bernama Wei Lin, seorang mantan jenderal wanita yang dibuang dari istana karena tuduhan pengkhianatan, dan kemudian direkrut oleh Brotherhood of Assassins di Asia Timur. Misinya adalah mengungkap konspirasi Templar yang menyusup ke birokrasi kekaisaran dan menjatuhkan Kaisar.
Cerita Assassin’s Creed Dynasty dijanjikan akan penuh dengan:
- Intrik politik istana
- Pertarungan antar fraksi rahasia
- Penggambaran historis tokoh-tokoh nyata dari era Dinasti Tang
- Unsur spiritual Tiongkok seperti taoisme, ilmu silat, dan legenda naga
Fitur Gameplay Baru dan Inovatif
1. Gaya Bertarung Wushu
Sistem pertarungan baru menggabungkan seni bela diri klasik Tiongkok, dengan animasi silat Wushu yang cepat, elegan, dan penuh gaya. Pemain bisa memadukan:
- Pedang panjang (jian)
- Cakar baja tersembunyi
- Rantai lentur dan kipas logam
- Racun herbal dan jarum akupuntur sebagai alat stealth
2. Stealth dan Navigasi Vertikal
Dengan latar kota megah seperti Chang’an, gameplay akan banyak melibatkan:
- Menyusup ke istana tinggi dengan pagar kayu berlapis emas
- Melintasi atap kuil dan menara observatorium
- Berbaur dengan biksu, pedagang, atau tentara istana
3. Fraksi dan Pilihan Moral
Mirip dengan sistem reputasi di AC Odyssey, Dynasty memperkenalkan:
- Fraksi Tao, Bajingloncat, Pendeta Gelap, dan Pengawal Istana
- Setiap pilihan berdampak pada hubungan fraksi dan jalur cerita
- Ending ganda tergantung pada siapa yang kamu bantu atau khianati
Dunia Terbuka yang Penuh Kehidupan
Ubisoft menjanjikan bahwa dunia Assassin’s Creed Dynasty akan menjadi dunia paling hidup yang pernah mereka ciptakan:
- Pasar rakyat yang ramai, dengan transaksi dan seni pertunjukan jalanan
- Perubahan musim dan festival, termasuk Imlek, Festival Lentera, dan Hari Arwah
- Sistem waktu nyata, di mana aktivitas berubah antara siang dan malam
Lingkungan juga menjadi bagian aktif dari gameplay. Misalnya:
- Menyelinap lewat taman bambu yang berisik jika tidak hati-hati
- Menyamar sebagai pelukis kaligrafi untuk mendekati target
- Menyusup ke makam kuno yang penuh jebakan
Tanggapan Komunitas: Harapan dan Antusiasme
Setelah lokasi seperti Mesir, Yunani, Valhalla, dan Baghdad, penggemar Assassin’s Creed telah lama meminta latar Asia Timur. Respon terhadap trailer Dynasty sangat antusias:
“Akhirnya! Assassin’s Creed dengan silat dan latar kekaisaran Tiongkok!”
“Trailer-nya sinematik banget, kayak gabungan antara Crouching Tiger dan AC Mirage.”
“Semoga gameplay-nya tetap fokus ke stealth, bukan cuma open world penuh quest kosong.”
Ubisoft menyatakan bahwa Dynasty akan lebih menekankan pendekatan stealth klasik, sambil tetap mempertahankan elemen eksplorasi modern.
Tanggal Rilis dan Edisi Tersedia
🗓️ Rilis Global: 24 April 2026
🕹️ Platform: PS5, Xbox Series X|S, PC
📦 Edisi yang Tersedia:
- Standard – Rp 899.000
- Gold Edition – Rp 1.299.000 (include season pass dan DLC misi ekstra)
- Collector’s Edition – Rp 3.499.000 (bonus patung Wei Lin, bendera Assassin silat, dan scroll kisah)
Dengan latar yang eksotis dan jarang dieksplorasi, serta sistem pertarungan dan stealth yang khas Asia Timur, Assassin’s Creed Dynasty berpotensi menjadi salah satu seri terbaik dari waralaba ini. Dunia Chang’an dan kompleksitas politik Dinasti Tang memberikan latar yang kaya untuk menyuguhkan petualangan epik, penuh aksi, dan sarat makna sejarah.
Ubisoft tampaknya siap mengukir babak baru dalam sejarah Assassin’s Creed.