Game Online

Game Online Indonesia

GAMEONLINE. Bagi sebagian orang, nama Divine Comedy karya Dante Alighieri mungkin lebih sering dikenang sebagai karya sastra klasik dengan nuansa religius dan filosofis. Namun, apa jadinya bila puisi tersebut dihidupkan kembali, bukan dalam bentuk buku, melainkan sebagai sebuah game action RPG bergaya dark fantasy? Pertanyaan inilah yang coba dijawab oleh Jyamma Games, studio pengembang asal Milan, lewat proyek ambisius mereka bertajuk La Divina Commedia.

Debutnya dalam ajang Gamescom Opening Night Live 2025 memperlihatkan trailer perdana yang berhasil memikat mata sekaligus memancing rasa penasaran. Game ini tidak hanya menampilkan pertarungan brutal khas genre soulslike, tetapi juga membawa warisan sastra Italia ke dalam medium interaktif yang sarat makna.

Atmosfer Gelap dan Kekuatan Visual yang Memikat

Trailer dimulai dengan kutipan berbahasa Italia dari Divine Comedy, “Di tengah perjalanan hidupku, aku mendapati diriku berada di sebuah hutan gelap.” Kalimat ini seakan menjadi pintu masuk ke dalam dunia penuh kegelapan dan simbolisme. Kamera kemudian menyorot sosok protagonis yang berdiri di tengah hutan sunyi, ditemani pepohonan kering dan langit berwarna merah menyala.

Kesan pertama yang muncul jelas ini adalah dunia yang suram, misterius, dan sarat ancaman. Tak lama kemudian, berbagai makhluk grotesk bermunculan, menantang pemain dalam pertempuran intens. Pertarungan yang ditampilkan terlihat brutal, menegaskan bahwa La Divina Commedia akan menghadirkan pengalaman soulslike dengan tingkat kesulitan tinggi.

Salah satu adegan paling mencolok menunjukkan tokoh utama dengan wajah pucat, mata putih kosong, dan mulut tertutup jahitan. Detail ini bukan sekadar hiasan estetis, melainkan simbol bahwa narasi game ini akan mengupas sisi terdalam dari jiwa manusia antara dosa, penebusan, dan pencarian makna.

Gameplay Hack-and-Slash dengan Sentuhan Filosofis

Dari sisi gameplay, La Divina Commedia hadir sebagai ARPG berbasis hack-and-slash. Pemain akan diberi kebebasan memilih berbagai kelas senjata dengan gaya pertarungan yang berbeda. Ada pula dungeon yang dihasilkan secara prosedural, sehingga setiap penjelajahan terasa unik dan penuh tantangan.

Sistem persenjataan dan armor dapat disesuaikan bukan hanya dari segi kekuatan, tetapi juga tampilan visualnya. Artinya, setiap pemain bisa membangun karakter sesuai gaya bertarung maupun preferensi estetikanya.

Menariknya lagi, karakter utama dalam game ini bisa dimainkan dalam wujud laki-laki maupun perempuan. Dengan dukungan teknologi motion capture, setiap gerakan terlihat realistis dan sinematis, memperkuat nuansa mendalam yang ingin disampaikan.

Namun, yang membuat La Divina Commedia berbeda adalah kehadiran sistem moralitas. Jalan cerita, kemampuan, hingga dunia yang ditemui pemain akan dipengaruhi oleh pilihan yang diambil sepanjang perjalanan. Elemen ini terhubung langsung dengan konsep klasik Seven Deadly Sins atau tujuh dosa besar keserakahan, hawa nafsu, amarah, dan sebagainya. Dengan demikian, setiap langkah pemain bukan hanya sekadar pertempuran fisik, tetapi juga refleksi moral yang berdampak pada perjalanan naratif.

Kisah Dari Neraka Menuju Penebusan

Secara naratif, game ini mengajak pemain menjelma sebagai seorang warrior-poet prajurit sekaligus penyair yang harus menembus kedalaman neraka. Perjalanan dimulai dari hutan gelap yang penuh simbol eksistensial, lalu perlahan menuruni lingkaran-lingkaran neraka, menghadapi iblis, jiwa-jiwa terkutuk, serta pergulatan batin.

Setiap dungeon dan musuh yang dihadapi tak hanya berfungsi sebagai rintangan, tetapi juga perwujudan simbolis dari dosa dan kelemahan manusia. Dengan cara ini, La Divina Commedia tidak hanya menghadirkan aksi, tetapi juga membangun narasi filosofis yang membuat pemain merenung tentang moralitas, pilihan hidup, dan konsekuensinya.

Jyamma Games Dari Enotria ke Karya yang Lebih Gelap

Nama Jyamma Games sebelumnya dikenal lewat proyek Enotria: The Last Song, sebuah soulslike unik dengan estetika cerah yang terinspirasi dari teater tradisional Italia, commedia dell’arte. Kini, studio yang sama memilih arah berbeda, lebih kelam, lebih simbolis, dan lebih ambisius.

Melalui La Divina Commedia, mereka bukan sekadar membuat game, tetapi juga menyulam kembali warisan budaya Italia ke dalam media modern. Dengan mengangkat karya sastra klasik ke dalam bentuk interaktif, Jyamma Games seolah ingin menunjukkan bahwa game dapat menjadi wadah baru untuk melestarikan sekaligus menginterpretasi ulang karya abadi.

Fitur Utama yang Ditawarkan

Agar lebih jelas, berikut adalah beberapa fitur unggulan La Divina Commedia:

  • Inspirasi Sastra Klasik: Mengadaptasi langsung Divine Comedy karya Dante Alighieri.
  • Genre Soulslike: Pertarungan intens, menantang, dan penuh strategi.
  • Dungeon Prosedural: Setiap penjelajahan selalu menawarkan pengalaman berbeda.
  • Kustomisasi Armor & Senjata: Pemain dapat menyesuaikan tampilan sekaligus kemampuan karakter.
  • Pilihan Moral: Narasi dipengaruhi oleh tujuh dosa besar, menciptakan jalur cerita yang berbeda bagi tiap pemain.
  • Visual Realistis: Didukung motion capture untuk gerakan karakter yang halus dan imersif.
  • Protagonis Ganda: Bisa dimainkan sebagai laki-laki maupun perempuan.

Puisi Abadi dalam Dunia Digital

La Divina Commedia bukan sekadar game. Ia adalah upaya untuk menjembatani dunia klasik dengan media hiburan modern. Dari kutipan puisi hingga pertarungan brutal, dari refleksi moral hingga estetika dark fantasy, semuanya bersatu dalam satu pengalaman.

Bagi para pencinta soulslike, game ini mungkin akan terasa menantang sekaligus menyiksa. Namun, bagi mereka yang menghargai karya sastra klasik, La Divina Commedia bisa menjadi kesempatan unik untuk “membaca ulang” Dante dengan cara yang benar-benar berbeda, melalui aksi, pilihan, dan pengalaman pribadi di layar kaca.

Dengan segala keunggulan dan ambisinya, La Divina Commedia berpotensi menjadi salah satu game yang tak hanya dimainkan, tetapi juga direnungkan. Sebuah karya yang mengingatkan kita bahwa di balik kegelapan selalu ada pencarian makna, dan dalam setiap pertempuran selalu tersimpan refleksi tentang diri kita sendiri.

Posted in
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai