Game Online

Game Online Indonesia

GAMEONLINE. Nihon Falcom kembali membuktikan bahwa karya klasik tidak pernah benar-benar lekang oleh waktu. Pada 19 September 2025, developer asal Jepang ini resmi merilis Trails in the Sky 1st Chapter (Remake), sebuah versi baru dari JRPG legendaris yang pertama kali meluncur di awal 2000-an. Meski mengusung judul lama, game ini langsung melejit di platform Steam dan berhasil mendapatkan sambutan luar biasa dari para pemain di seluruh dunia.

Tak lama setelah perilisan, remake ini diguyur ulasan “Overwhelmingly Positive” dari ribuan gamer, sekaligus menandai keberhasilan Falcom dalam menghadirkan pengalaman lawas yang terasa segar di era modern.

Lonjakan Pemain di Hari Pertama

Sejak hari pertama hadir di Steam, Trails in the Sky: 1st Chapter (Remake) mencatat pencapaian luar biasa. Jumlah pemain aktif secara bersamaan (concurrent players) mencapai 19.169 orang. Dari angka itu, 4.874 pemain berasal dari versi global, sementara 14.295 pemain lainnya memainkan versi Asia.

Angka ini terbilang tinggi untuk sebuah JRPG klasik, apalagi game bergenre ini biasanya memiliki pasar khusus. Fakta bahwa remake ini mampu menarik perhatian puluhan ribu gamer di hari peluncuran memperlihatkan betapa kuatnya daya tarik saga Trails, baik bagi penggemar lama maupun pendatang baru.

Perbedaan Versi Global dan Asia

Banyak pemain penasaran mengapa Falcom merilis dua versi berbeda. Ternyata perbedaannya cukup sederhana namun berpengaruh.

  • Versi Global hadir dengan opsi bahasa Inggris, sehingga lebih ramah untuk pemain internasional.
  • Versi Asia hanya menyediakan suara Jepang dengan subtitle Chinese Simplified, Chinese Traditional, dan Korean.

Meskipun perbedaan ini terlihat kecil, ternyata cukup signifikan. Pasar Asia, terutama Tiongkok dan Korea, merupakan basis terbesar JRPG, sehingga tidak mengherankan jika mayoritas pemain datang dari versi Asia.

Kontroversi Harga di Indonesia

Kesuksesan remake ini tak lepas dari catatan kecil yang membuat sebagian pemain, khususnya di Indonesia, mengernyitkan dahi harga yang tinggi. Game ini dibanderol Rp1.022.310, belum termasuk DLC tambahan. Jumlah tersebut jelas tergolong mahal untuk ukuran game PC di kawasan Asia Tenggara.

Hal ini menimbulkan diskusi hangat. Banyak yang menilai seharusnya penerbit memanfaatkan sistem regional pricing yang disediakan Steam, agar harga lebih sesuai dengan daya beli lokal. Namun, kebijakan harga untuk Trails in the Sky Remake tampaknya tidak mengikuti mekanisme tersebut.

Sebagian penggemar menduga hal ini terkait keputusan GungHo Online Entertainment, yang kini menjadi penerbit global untuk seri ini. Sebelumnya, seri Trails pernah dipublikasikan oleh Xseed Games (Marvelous USA) maupun NIS America, dua penerbit yang dinilai lebih fleksibel dalam menentukan harga.

Mengapa Remake Ini Sangat Diminati?

Ada sejumlah alasan yang membuat Trails in the Sky 1st Chapter (Remake) langsung melejit popularitasnya:

  1. Cerita yang Kaya dan Berlapis
    Kisah Estelle Bright dan Joshua, dua protagonis utama, masih menjadi magnet terbesar. Narasi penuh intrik politik, misteri, serta pengembangan karakter yang kuat membuat pemain betah berlama-lama mengikuti perjalanan mereka.
  2. Grafis yang Diperbarui
    Remake ini menghadirkan visual yang lebih detail dan tajam, tetapi tetap mempertahankan nuansa khas era aslinya. Perpaduan ini memberikan sensasi nostalgia yang tetap relevan dengan standar visual modern.
  3. Gameplay Khas JRPG
    Sistem pertarungan berbasis giliran (turn-based) masih menjadi inti permainan. Namun, ada sejumlah peningkatan kualitas hidup (quality of life) yang membuat mekanik lebih nyaman untuk gamer masa kini.
  4. Basis Penggemar yang Solid
    Trails series selalu dikenal memiliki komunitas yang setia. Perilisan remake ini memperkuat ikatan tersebut, sekaligus menjadi pintu masuk bagi gamer baru yang ingin menelusuri saga panjang Kiseki.

Tantangan Falcom dan GungHo

Meski sukses di awal, Falcom dan GungHo tetap menghadapi tantangan besar. Salah satunya adalah bagaimana mempertahankan momentum dan mengelola ekspektasi tinggi para penggemar.

Kesuksesan 1st Chapter otomatis menumbuhkan harapan bahwa Trails in the Sky Second Chapter (Remake) juga akan hadir dengan kualitas serupa. Jika ekspektasi ini tidak terpenuhi, antusiasme besar bisa saja menurun.

Selain itu, isu harga juga menjadi pekerjaan rumah. Tanpa strategi harga yang lebih ramah di kawasan dengan daya beli rendah, seperti Asia Tenggara, potensi pasar bisa terhambat.

Kesimpulan

Rilisnya Trails in the Sky 1st Chapter (Remake) adalah bukti nyata bahwa game klasik bisa bersinar kembali jika dihadirkan dengan sentuhan modern. Ulasan positif di Steam, lonjakan jumlah pemain, hingga hype besar dari komunitas, semuanya menegaskan kesuksesan Falcom dalam menghidupkan kembali seri JRPG legendaris ini.

Meski begitu, harga yang tinggi tetap menjadi sorotan dan bisa menjadi penghalang bagi sebagian gamer. Jika penerbit mampu menyesuaikan strategi distribusi dan harga, potensi untuk menjangkau lebih banyak pemain akan semakin besar.

Bagi pecinta JRPG maupun gamer yang penasaran dengan salah satu saga terbaik dalam sejarah genre ini, Trails in the Sky 1st Chapter Remake adalah sebuah pilihan tepat untuk merasakan perpaduan nostalgia dan inovasi.

Posted in
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai