Game Online

Game Online Indonesia

GAMEONLINE. Popularitas Love and Deepspace memang tak perlu diragukan lagi. Game otome futuristik garapan Papergames dan InFold Games ini berhasil memikat banyak pemain berkat visualnya yang menawan, narasi romantis yang emosional, serta interaksi karakter yang terasa hidup. Namun di tengah euforia tersebut, muncul satu masalah teknis yang membuat sebagian penggemar merasa kecewa yakni isu pencahayaan (lighting) yang dianggap tidak adil terhadap karakter berkulit gelap.

Kontroversi ini bahkan menjadi perbincangan hangat di berbagai komunitas online. Setelah banyaknya laporan dan kritik dari pemain, pihak developer akhirnya angkat bicara dan menjelaskan pandangan mereka terkait isu tersebut.

Awal Mula Masalah Ketika Update Baru Justru Picu Sorotan Negatif

Masalah lighting ini mulai ramai diperbincangkan setelah Love and Deepspace merilis pembaruan besar patch 4.5.0. Update tersebut menghadirkan banner baru bertema Heartbeats Ablaze yang seharusnya menjadi momen menyenangkan bagi para pemain. Namun, bukannya mendapat pujian, justru banyak yang memperhatikan adanya perubahan aneh pada tampilan visual karakter utama (MC).

Pemain yang membuat karakter dengan warna kulit lebih gelap melaporkan bahwa pencahayaan pada beberapa adegan sinematik membuat wajah karakter mereka tampak sangat gelap, bahkan nyaris tidak terlihat sama sekali. Meskipun mereka telah mengatur kecerahan dan exposure di pengaturan, hasilnya tetap tidak berubah. Sebaliknya, karakter dengan kulit lebih terang tidak mengalami gangguan yang sama.

Kondisi ini menimbulkan kekecewaan di kalangan komunitas, terutama karena Love and Deepspace sebelumnya dikenal sebagai game yang memberi ruang besar bagi ekspresi dan kebebasan pemain untuk menciptakan karakter sesuai identitas mereka.

Gelombang Kritik dan Tuduhan Colorism

Setelah banyak tangkapan layar beredar di media sosial, diskusi soal isu ini semakin meluas. Beberapa pemain bahkan menuding adanya colorism, atau perlakuan tidak adil berdasarkan warna kulit. Meski sebagian besar penggemar sepakat bahwa kemungkinan besar ini hanyalah bug teknis, mereka menilai bahwa hal semacam ini tetap tidak seharusnya terjadi pada game dengan standar grafis setinggi Love and Deepspace.

Konten kreator dan pemain dari berbagai negara turut bersuara. Mereka menekankan pentingnya representasi yang setara dalam game, bukan hanya pada aspek narasi atau karakterisasi, tetapi juga secara teknis termasuk dalam pencahayaan, rendering, dan tampilan visual.

Respons dari Developer “Kami Mendengar dan Akan Terus Belajar”

Melihat banyaknya reaksi di komunitas, pihak InFold Games akhirnya memberikan tanggapan resmi melalui pernyataan kepada media, termasuk IGN. Dalam pernyataan tersebut, developer menyampaikan rasa terima kasih kepada para pemain yang telah memberikan masukan dengan tulus. Mereka juga menegaskan bahwa komunitas merupakan bagian penting dari perjalanan Love and Deepspace.

“Kami percaya bahwa Love and Deepspace tumbuh bersama para pemain yang mencintainya,” tulis pihak InFold. “Setiap saran, kritik, dan pengalaman yang dibagikan membantu kami memahami bagaimana dunia dan karakter yang kami ciptakan diterima di berbagai budaya dan perspektif.”

InFold juga menambahkan bahwa mereka memandang Love and Deepspace sebagai dunia bersama — tempat di mana emosi, imajinasi, dan interaksi pemain berperan besar dalam membentuk pengalaman. Walau mereka belum memberikan jadwal pasti untuk perbaikan, pernyataan tersebut memberi sinyal bahwa tim pengembang sedang meninjau isu pencahayaan dengan serius.

Mengapa Isu Lighting Penting untuk Game Seperti Ini

Sekilas, masalah pencahayaan mungkin terdengar sepele. Namun bagi game yang menonjolkan interaksi emosional dan visual realistik seperti Love and Deepspace, aspek lighting justru merupakan elemen kunci. Pencahayaan menentukan bagaimana ekspresi wajah karakter terlihat, bagaimana suasana adegan terasa, hingga bagaimana pemain membangun koneksi emosional dengan cerita.

Ketika lighting gagal menampilkan karakter dengan benar apalagi karakter yang merepresentasikan keberagaman pemain maka dampaknya jauh lebih besar daripada sekadar gangguan teknis. Hal itu bisa menciptakan kesan eksklusi dan membuat sebagian pemain merasa tidak dihargai.

Kasus ini pun menjadi pengingat bagi para developer bahwa inklusi visual sama pentingnya dengan inklusi naratif. Di era game global seperti sekarang, setiap detail bahkan pencahayaan bisa mencerminkan bagaimana sebuah studio menghargai keragaman pemainnya.

Reaksi Komunitas, Kekecewaan yang Tetap Disertai Dukungan

Menariknya, walaupun banyak pemain kecewa, sebagian besar komunitas Love and Deepspace memilih untuk memberikan kritik secara konstruktif. Mereka tidak hanya menuntut perbaikan, tetapi juga memberikan saran dan harapan agar developer lebih berhati-hati di pembaruan berikutnya.

Beberapa pemain bahkan menyoroti bahwa InFold sejauh ini cukup responsif terhadap umpan balik dan berharap kasus ini menjadi momentum bagi mereka untuk memperkuat komitmen terhadap kualitas dan representasi dalam game.

Harapan di Balik Isu Pencahayaan

Pada akhirnya, masalah pencahayaan di Love and Deepspace bukan sekadar soal tampilan visual, melainkan soal bagaimana sebuah karya interaktif menghargai keberagaman para pemainnya. Respons terbuka dari InFold Games menunjukkan adanya niat baik untuk memperbaiki dan belajar, sesuatu yang patut diapresiasi di tengah dinamika industri game yang semakin kompleks.

Semoga langkah mereka selanjutnya mampu menghadirkan pengalaman bermain yang lebih adil dan imersif karena pada dasarnya, Love and Deepspace adalah tentang cinta yang melintasi batas ruang dan waktu, dan cinta itu seharusnya dapat dirasakan oleh semua pemain, tanpa terkecuali.

Posted in
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai